Semarang, 7 Desember 2025 — Lulus dari perguruan tinggi dengan gelar sarjana teknik kerap diidentikkan dengan jalur karir linear di industri terkait. Namun, perjalanan Muhammad Said Rinaldy, alumni Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan 2014, membuktikan bahwa fondasi keilmuan dan karakter yang dibangun di kampus justru menjadi modal berharga untuk merintis kesuksesan di bidang yang tak terduga: dunia trading dan komunitas edukasi pasar keuangan.
Setelah wisuda pada 2018, Said—sapaan akrabnya—mengawali karier di luar dunia perkapalan. Ia sempat menjadi Talent Manager di Glints, kemudian beralih ke peran administrasi di PT Garuda Systrain Interindo, sebelum akhirnya kembali ke akar keilmuannya sebagai HSE Officer (Petugas Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan) di PT Marcopolo Shipyard pada 2020-2022. Pengalaman di industri pelayaran, khususnya di posisi yang menyangkut keselamatan jiwa, membekalinya dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketahanan mental yang kuat.
“Ketika saya di Marcopolo, saya harus siap secara fisik mental lahir batin karena pekerjaan itu menyangkut nyawa setiap pekerja,” kenang pria kelahiran Semarang ini. “Karakter seperti itu tidak bisa dibeli, melainkan dibentuk dari jam terbang.”
Pada 2022, Said mengambil langkah berani untuk meninggalkan dunia korporat dan sepenuhnya menggeluti passion-nya di pasar keuangan. Ia kini berprofesi sebagai full-time trader sekaligus founder dan owner komunitas ‘Catatan Tarik Garis’ (@catatantarikgaris). Komunitas ini didirikannya dengan misi yang jelas: membantu para trader pemula yang “tersesat” di pasar.
“Kami membantu dengan memberikan ilmu serta mengembalikan mental dan percaya diri mereka di market. Output akhirnya adalah menjadikan mereka trader yang profitable,” jelas Said mengenai peran komunitasnya. Ia meyakini bahwa kesuksesan trading tidak hanya bergantung pada analisis teknis, tetapi juga pada konsistensi, leadership, dan sifat amanah—nilai-nilai yang justru ia sempurnakan selama bekerja di berbagai bidang sebelumnya.
Dalam pesannya untuk para junior dan alumni UNDIP, terutama dari Teknik Perkapalan, Said menyampaikan motivasi yang mendalam. Ia menekankan bahwa tidak bekerja di bidang perkapalan setelah lulus bukanlah akhir dari segalanya.
“Mungkin Tuhan tau kamu lebih butuh bekal hidup dari Teknik Perkapalan untuk menghadapi kerasnya hidup di dunia nyata setelah lulus,” tulisnya. “Apa yang kita capai hari ini adalah buah dari semua keringat, air mata, dan kerja keras kita.”
Said juga berpesan agar selalu mengutamakan kejujuran dan melibatkan restu orang tua dalam setiap langkah besar. “Selagi diberi nafas, artinya masih ada sejuta kesempatan untuk bangkit dan berjuang,” tandasnya penuh semangat.
Di akhir sharingnya, ia menyematkan jargon kebanggaan almamaternya: Kapal Hebat, Kapal Kuat, Kapal Jaya!—sebuah simbol bahwa karakter sekuat kapal yang dibangun selama kuliah mampu berlayar menghadapi ombak di lautan kehidupan dan karir apa pun.
Kisah Muhammad Said Rinaldy menjadi inspirasi bahwa kesuksesan dapat diraih di jalur yang non-linear, dengan modal karakter, pembelajaran dari setiap pengalaman, dan keberanian untuk mengikuti passion.
