Inovasi Desain Kapal Ambulance Autonomus di Daerah Kepulaun Ambon Menggunakan
Hull Catamaran

Per Agustus 2020 Kota Ambon merupakan salah satu kota yang masuk ke zona merah yang ada di Inonesia. Beberapa kekurangan dari Kepulauan Ambon yaitu masih kurang nya sanitasi di Kepulauan Ambon, masih banyaknya permukiman yang kumuh, masih kurangnya fasilitas yang mengakibatkan akses yang sulit dan kesadaran dari masyarakat di Kepulauan Ambon kurang. Tim HYD-Light terdiri dari 3 oang yaitu Gomgom Suryadi Sianturi (2017), Frans Simanjuntak (2017), dan Sam Timoty Frans Evan S (2017). Oleh karena masih sulitnya akses di Kepulauan Ambon Tim HYD-Light berinovasi untuk membuat desain kapal ambulance autonomus yang akan membantu masyarakat Kepulauan Ambon pada saat COVID-19. Kapal ini bernama MV. Dewandaru yang merupakan kapal ambulance autonomus yang di desain untuk kegiatan pelayanan kesehatan melalui jalur air, yang dimana berfungsi untuk membantu masyrakat agar siaga terkait dengan transportasi pre-hospital. Kapal ini diperlombakan dalam ajang Kontes Kapal Cepat Tak Berawak (KKCTBN) 2020 kategori desain inovasi kapal ambulance autonomus yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kapal ini memiliki ukuran utama LOA 24,733 m; B (breadth) 9,15 m ; T(draft) 3,178 m dan Cb (coefficient block) 0,544 dengan Vs (Service Speed) 18 Knot. Kapal ini di desain dengan menggunakan hull catamaran yang dimana kapal ini diharap memberikan pelayanan medis secara cepat dan tepat. Kapal ini sangat memperhitungkan tingkat kenyamanan pasien, dokter, perawat dan kru kapal dengan sangat baik. Oleh karena itu kami menitikberatkan pada proses menganalisis performance dari kapal tepat untuk mencapai tingkat kenyaman yang baik, mulai dari seekeping dan stability. Kapal ini juga menggunakan sistem autonomus yang akan dikendalikan dari jarak jauh.

Bukan hanya bagian dari performance kapal saja yang dipertimbangkan, tetapi juga fasilitas – fasilitas yang ada di dalam kapal juga sangat dipertimbangkan, dikarenakan kapal ini dikhusukan untuk masyrakat yang terkena COVID-19. Ada beberapa inovasi dari Tim HYD-Light yaitu adanya waste treatment machine yang dimana machine ini berfungsi untuk menghancurkan limbah rumah sakit yang tidak berguna lagi, yang dimana hasil dari machine ini akan dibuang secara steril. Yang kedua merupakan Less Contact Device yang dimana device ini menjawab permasalah untuk mengurangi penyebaran COVID-19 melalui sentuhan tangan, yang dimana device ini berfungsi untuk memberikan kebutuhan pasien sesuai dengan waktu nya, device ini akan dioperasikan oleh perawat yang bertugas pada saat itu. Lalu yang ketiga yaitu Air Purifier, yang dimana Air Purifier berfungsi untuk mengganti sirkulasi udara, Air Purifier ini akan dipasang di setiap ruangan yang ada di kapal