KOTA PEKALONGAN – Tim KKN Tematik (KKN-T) 30 Universitas Diponegoro (UNDIP) mulai menerapkan teknologi digital untuk mendukung industri galangan kapal tradisional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Langkah ini dilakukan melalui program multidisiplin bertajuk “Digitalisasi Kapal Ikan Tradisional melalui Teknologi Fotogrametri” yang bertujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi manufaktur kapal lokal.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T 30 UNDIP, Dr. Eng. Ir. Samuel, S.T., M.T., IPP mengatakan, program ini merupakan upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan industri maritim lokal di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu pengusaha kapal tradisional dalam mendokumentasikan desain kapal secara digital. Dengan adanya model 3D, proses replikasi, perbaikan, maupun pengembangan desain kapal menjadi lebih terukur dan presisi,” ujar Dr. Eng. Ir. Samuel dalam penjelasannya saat pembekalan kepada mahasiswa.

Menurut Samuel, kolaborasi ini melibatkan 25 mahasiswa dari tujuh latar belakang keilmuan yang berbeda, mulai dari Teknik Perkapalan, Geodesi, Informatika, Fisika, hingga Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Ia menjelaskan, keterlibatan lintas fakultas sangat krusial untuk memberikan solusi total, mulai dari teknis rancang bangun hingga manajemen operasional di lapangan.

“Dengan kehadiran mahasiswa dari berbagai jurusan, kami memberikan solusi dari aspek teknis hingga dampak ekonomi-sosial dari inovasi ini,” tambah dia.

Penerapan Teknologi Fotogrametri

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan teknologi fotogrametri untuk menghasilkan model Digital Twin atau replika digital 3D dari struktur kapal yang sedang dibangun.

Metode ini dilakukan dengan mengambil ribuan foto dari berbagai sudut untuk menghasilkan data dengan tingkat akurasi milimeter. Hal ini menjadi solusi atas tantangan standardisasi desain yang selama ini banyak mengandalkan intuisi pengrajin secara turun-temurun.

“Dengan fotogrametri, kita bisa memiliki arsip digital dari setiap kapal yang diproduksi. Jika di masa depan dibutuhkan perbaikan, pengusaha memiliki rujukan data yang akurat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa tim KKN.

Respons Pelaku Usaha

Sementara itu, pemilik CV Bintang Mumbul Wibowo II, Tungky Ari Wibowo, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurut dia, sentuhan teknologi digital sangat membantu meningkatkan kredibilitas galangan di mata klien.

“Kami memiliki pengalaman puluhan tahun, namun teknologi ini adalah hal baru yang akan membantu efisiensi kerja kami,” kata Tungky sebagai pemilik galangan kapal ikan tradisional.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik, tetapi menjadi pijakan bagi digitalisasi galangan kapal rakyat lainnya di Jawa Tengah. Melalui sinergi antara kampus dan industri, Kota Pekalongan diharapkan mampu melahirkan generasi kapal ikan yang lebih tangguh dan siap bersaing di era industri 4.0.